motorcycle-sepeda motor

This site is collecting news about motorcycle.

Wednesday, April 26, 2006

Penjualan Sepeda Motor Tembus 5 Juta Unit?

SEPEDA motor, sepanjang tahun 2005 menjadi primadona para pengguna jalan khususnya di Bandung. Itu bukan karena kendaraan ini irit bahan bakar, tetapi juga cocok untuk kondisi jalanan yang relatif tidak bertambah. Dengan sepeda motor, mobilitas masyarakat pun menjadi tinggi. Mereka bisa pergi ke mana saja tanpa perlu takut terjebak kemacetan.

Di sisi lain, pihak lembaga keuangan pun tidak segan untuk mengucurkan kredit penjualan sepeda motor. Untuk dapat memiliki sepeda motor, konsumen tidak perlu mengeluarkan dana besar, cukup membayar DP di bawah Rp 1 juta dan cicilan sekira Rp 400.000,00.

Sepeda motor itu dalam waktu tiga tahun, sudah menjadi milik sendiri. Pesona sepeda motor di tengah ekonomi sulit sepertinya akan terus bersinar. Meski harga BBM naik, sepeda motor tidak pernah kehilangan pasar, malahan jumlah penggunanya cenderung meningkat.

Dari beberapa model sepeda motor yang beredar di pasaran, varian bebek tetap menjadi favorit. Tahun ini pabrikan pun banyak merilis model bebek baru. Bahkan kapasitas mesinnya pun semakin besar mendekati kemampuan dapur pacu sepeda motor tipe sport.

Berdasarkan data AISI (Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia) dan PT. Astra International Tbk, penjualan bebek terbesar berada pada kelas berkapasitas 100 hingga 110 cc. Itu merupakan kelas paling murah dari seluruh varian bebek. Honda Supra Fit menjadi model yang paling banyak dibeli dengan angka penjualan pada tahun 2005 mencapai 1.220.523 unit. Urutan berikutnya ditempati Smash 567.088 unit, Yamaha Vega R 407.372 unit, Yamaha Jupiter Z 380.211 unit, dan Honda New Supra Fit 312.616 unit.

Di kelas 125 cc Honda Supra X 125 menjadi varian yang paling laris selama periode Januari hingga November. Tercatat angka penjualan model terbaru dari Honda ini mencapai 492.902 unit. Supra X 125 menggeser Karisma X yang pada tahun 2004 menguasai pasar kelas 125 cc. Karisma X berada pada urutan kedua dengan jumlah penjualan sebanyak 381.354 unit, kemudian urutan selanjutnya Suzuki Shogun 125 sebanyak 344.918 unit. Jauh di bawahnya adalah Honda Kirana yang terjual 28.729 unit dan Kawasaki Blitz Joy 3.866 unit.

Sejak kemunculan model bebek di atas 125 cc, pabrikan sepeda motor terus memperbesar kapasitas mesin bebek. Persaingan ketat pun terjadi antara tiga pabrikan, yaitu Suzuki, Kawasaki, dan Yamaha. Animo masyarakat untuk memiliki bebek ber-cc besar cukup tinggi. Itu terbukti dari Yamaha Jupiter MX135LC yang dalam dua bulan sejak peluncuran mencapai penjualan 35.250 unit. Urutan kedua ditempati Kawasaki Kaze ZX130 29.098 unit dan Suzuki Satria F150 28.478 unit.

Meski bebek adalah model yang paling digemari, tetapi varian yang paling fenomenal adalah skuter bertransmisi otomatis. Jenis sepeda motor ini, sepanjang tahun 2005 angka penjualannya meningkat di atas 100%. Yamaha Mio menjadi pemimpin pasar dengan penjualan 131.133 unit, kemudian Yamaha Nouvo 23.236 unit, Kymco Easy 4.188 unit, Kymco Free 2.379 unit, dan Kymco Metica 2.410 unit.

Ditengah maraknya bebek dan munculnya kelas baru skuter matik, sepeda motor sport tetap eksis. Pembelinya hanya dari kalangan terbatas, karena itu angka penjualannya pada tahun 2005 tidak terlalu besar. Pemimpin pasar pada kelas ini adalah Honda GL Pro yang mencatat penjualan 88.814 unit. Kemudian Suzuki Thunder 51.853 unit, Yamaha RX King 51.472 unit, Honda GL Max 32.397 unit dan Honda Tiger 27.665 unit.

Total penjualan sepeda motor selama periode Januari hingga November mencapai angka 4,7 juta unit, atau meningkat 34% dari periode yang sama tahun lalu sebesar 3.528.924 unit. Dengan sisa waktu satu bulan, AISI optimis penjualan sepeda motor tahun 2005 bisa menembus 5 juta unit.

Setelah kenaikan BBM pada bulan Oktober lalu, minat masyarakat untuk membeli sepeda motor cenderung tinggi. Itu terbukti meskipun bulan November banyak hari libur, tetapi penjualan mencapai angka 350.067 unit. "Hari kerja pada bulan November bisa dikatakan hanya setengah bulan karena adanya liburan Lebaran. Namun secara umum permintaan sepeda motor tetap bagus," kata Gunadi Sindhuwinata, Wakil ketua Umum AISI.

Seiring dengan itu, Indonesia pun semakin mengukuhkan identitasnya sebagai negara pembeli sepeda motor ketiga terbesar di dunia, setelah Cina dan India. (ovi)***

0 Comments:

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home