motorcycle-sepeda motor

This site is collecting news about motorcycle.

Wednesday, April 26, 2006

Industri Sepeda Motor: Masih Terus Bergairah



Jum'at, 20 Mei 2005 11:53 WIB - warta ekonomi.com
Industri sepeda motor di Indonesia saat ini menunjukkan suatu fenomena yang menarik. Saat perekonomian Indonesia terpuruk, industri sepeda motor ternyata menunjukkan pertumbuhan yang mencengangkan. Kini, di tengah tekanan kenaikan harga BBM, para produsen sepeda motor yang tergabung dalam Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) tetap optimistis bakal mampu menembus angka penjualan hingga 5 juta unit pada 2005, atau tumbuh hampir 30% dibanding 2004.

Menurut ketua AISI, Ridwan Gunawan, pertumbuhan penjualan sepeda motor yang tetap tinggi, antara lain, karena sepeda motor merupakan salah satu alat transportasi yang murah dan terjangkau. Ini pas dengan kondisi ekonomi Indonesia yang belum sepenuhnya pulih dari tekanan krisis. Beberapa produsen sepeda motor besar, seperti Yamaha, Honda, Suzuki, Kawasaki, Vespa, dan Kymco, saat ini telah bergabung dalam asosiasi. Sementara itu, para pengusaha sepeda motor impor tergabung dalam asosiasi tersendiri.

Tingginya pertumbuhan penjualan ini juga tercermin dari total produksi yang terus meningkat dan kian bertambahnya populasi sepeda motor di Indonesia. Masih menurut data AISI, jika pada 1998 populasi sepeda motor baru mencapai 12,6 juta unit, lima tahun kemudian angkanya sudah nyaris dua kali lipat, yakni 23,31 juta unit. Populasi terbesar masih dari sepeda motor asal Jepang yang diproduksi di sini, sedangkan sebagian lainnya adalah impor, khususnya dari Cina.

Optimisme akan cerahnya pasar di Indonesia juga melanda para pengusaha sepeda motor yang bukan anggota AISI. Untuk 2005, mereka menargetkan pertumbuhan penjualan yang cukup signifikan, terutama mengandalkan keunggulan harga.

Melimpahnya jumlah penduduk Indonesia telah menempatkan negeri ini sebagai pasar sepeda motor ketiga terbesar di dunia, setelah Cina dan India. Sementara dari sisi produksi, Indonesia menempati peringkat ke-4 setelah Cina, India, dan Jepang.

Tingginya permintaan domestik inilah yang menyebabkan ekspor sepeda motor menjadi kurang begitu bergairah, dan bahkan cenderung berfluktuasi. Memang, sejak 1997, ekspor sepeda motor Indonesia terus meningkat, dari 51.816 unit menjadi 115.278 unit pada tahun 2000. Akan tetapi, setelah itu, volume ekspor sepeda motor Indonesia terus melorot, sampai tinggal 13.806 unit pada 2003. Terus turunnya ekspor sepeda motor ini tak lepas dari faktor meningkatnya tarif bea masuk di sejumlah negara yang menjadi tujuan, seperti Argentina dan Vietnam. Namun, di sisi lain, harus diakui bahwa ekspor sepeda motor memang belum menjadi andalan penerimaan devisa nonmigas.

Untuk merek sepeda motor, dari produsen yang tergabung dalam AISI, Honda masih menempati peringkat teratas dengan volume produksi pada 2004 mencapai 2,04 juta unit. Posisi kedua ditempati Yamaha dengan volume produksi 878.360 unit, kemudian Suzuki (845.360 unit), Kawasaki (107.449 unit), dan Vespa (1.819 unit).

Bagaimana dengan pangsa pasarnya?
Potretnya tak jauh berbeda dengan volume produksi. Selama 2004, Honda masih tetap merajai dengan menguasai 52,4% pangsa pasar. Lapis berikutnya ditempati Yamaha dengan pangsa pasar 22,5%, disusul oleh Suzuki (21,7%), Kawasaki (2,7%), lalu Kymco dan Vespa, yang masing-masing menguasai pangsa pasar kurang dari 1%.

Sementara itu, jika dilihat dari jenisnya, sepeda motor bebek jelas sangat mendominasi. Sampai dengan 2004 mereka menguasai 89,2% pangsa pasar sepeda motor. Jenis yang kedua adalah sepeda motor sport dengan pangsa pasar 7,9%, lalu jenis bisnis (2,8%) dan skuter (0,1%).

Ada beberapa faktor yang membuat industri sepeda motor Indonesia menjadi begitu bergairah. Salah satunya adalah kemudahan untuk memperoleh sepeda motor. Bayangkan, dengan modal awal Rp500.000 saja seseorang sudah bisa memiliki sepeda motor baru--tentu saja dengan cara kredit. Faktor lainnya adalah memang ada peningkatan daya beli masyarakat. Ketiga, ini yang terpenting, maraknya lembaga-lembaga keuangan nonbank yang menawarkan sejumlah kemudahan bagi seseorang untuk memiliki sepeda motor. Mereka betul-betul berlomba menawarkan kredit dengan suku bunga yang makin murah. Sampai akhir tahun 2000 tercatat, 60%-an pembelian sepeda motor memang memanfaatkan fasilitas kredit yang ditawarkan oleh lembaga-lembaga pembiayaan. Data 2003 menunjukkan, pada tahun itu lembaga-lembaga pembiayaan mengucurkan dana sekitar Rp21,18 triliun untuk pembelian sepeda motor. Sementara ketika itu total penjualan sepeda motor di dalam negeri mencapai Rp35,3 triliun.

http://www.wartaekonomi.com/detail.asp?aid=4782&cid=25

0 Comments:

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home